 |
| Lobito |
Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Bunyi yang dianggap enak oleh pendengarnya. Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik.
Kemarin tanggal 24 mei 2013 waktu saya jalan-jalan di Matos Malang di lantai 1 terdengar sayup-sayup suara musik instrument yang sangat merdu dan enak di dengar. Musiknya seperti memiliki daya magis atau mistis hehehehe mungkin karena keindahan suara musiknya yang menenangkan jiwa. Setelah saya dan teman- teman mencari asal suara tersebut ternyata ada konser musik etnic dari suku Inca indian yang di mainkan oleh Lobito lengkap dengan memakai pakaian khas suku inca. Tidak ada panggung yang megah waktu lobito konser dia menggelar kecil-kecilan di salah satu sudut Malang Town Squre ( Matos ). Peralatan yang digunakan juga cukup minimalis. Hanya ada dua sound system dan satu mixer. Karena berasal dari Indian, musik yang ditawarkan Lobito tentu saja berasal dari sana meskipun ada sentuhan musik-musik modern. Boleh dibilang, musik Lobito ini menawarkan sesuatu yang baru untuk ukuran telinga orang Indonesia.
Dengan alat-alat musik macam samponya, flute, dan bell ring, Lobito dan istrinya menyajikan musik etnik Indian. Meski begitu, konser serba minimalis itu mampu menarik minat para pengunjung yang kebetulan melintas. Lobito juga menjual CD musiknya dengan harga Rp 100.000,00 dan juga menjual berbagai macam aksesoris suku Inca.
Pria yang akrab disapa Lobito itu memang menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Dari pakaian dan aksesori yang dikenakan, orang bisa menebak bahwa Lobito berasal dari suku Indian. Kala itu, dia memakai baju kulit warna cokelat serta aksesori khas Indian seperti kalung dari tulang dan hiasan kepala dari bulu elang. Persis seperti tokoh-tokoh Indian dalam film Indiana Jones maupun Pocahontas.
Saya begitu sangat penasaran siapakah Lobito itu ? Sejak pertama melihatnya di matos kemarin. Akhirnya saya buka Google untuk mencari siapakah Lobito sebenarnya ? Lobito lahir di Kota Animase Potosi, Bolivia, 20 Oktober 1972 silam. Bolivia, bersama Ekuador dan Peru merupakan negara yang didominasi suku Indian.
 |
| Phawak Musik |
Lobito menghabiskan masa kecilnya di Bolivia. Namun, pada usia 18 tahun, dia memutuskan hijrah ke Hungaria (Eropa Timur). ”Musik yang membawa saya ke sana (Hungaria),” ujar Lobito dengan bahasa Inggris yang masih terbata-bata. Sejak kecil, Lobito memang bercita-cita menjadi musikus.
Di Hungaria, Lobito juga merekam karya-karya musiknya. Agar musiknya lebih dikenal, Lobito ”ngamen” dari satu negara ke negara yang lain, khususnya di Eropa dan Asia. Bagaimana dia bisa sampai di Indonesia ? Ternyata lobito beristri orang Batu, Malang jadi tidak heran jika lobito ada di Indonesia hehehe. Suatu ketika, saat mengikuti festival musik internasional di Taipei pada 2006 silam, Lobito bertemu Puri, wanita yang kini jadi istrinya. Seperti Lobito, Puri yang kala itu masih tercatat sebagai mahasiswa jurusan seni musik Institut Kesenian Jakarta (IKJ) merupakan wakil Indonesia dalam festival musik tahunan itu. Saat jumpa pertama, Lobito mengaku sudah tertarik kepada Puri. Ketertarikan itu lebih pada faktor musik lambat laun hubungan tersebut sampai ke pernikahan. Lobito yang tadinya tidak mempunyai agama ( Atheis ) akhirnya mengikuti agama istrinya yaitu beragama Islam. Musik Instrument Lobito sangat menenangkan jiwa, kalian bisa mendengarkan musiknya sebagai berikut a
tau bisa kalian buka website resmi Lobito http://www.phawakmusic.com/?page_id=12