 |
Bagian depan benteng pendem |
Wisata sejarah yang tidak sengaja saya lakukan kemarin Minggu ialah ke benteng pendem yang ada di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Berawal dari undangan acara kumpul-kumpul yang di adakan teman-teman kuliah saya dulu yang berada di Kota Caruban, Madiun. Saya berangkat menggunakan motor dari kota kelahiran saya jombang sekitar pukul jam 08.30 WIB sebelum ke caruban. saya menjemput dulu teman yang ada di nganjuk untuk berangkat bersama ke kota caruban. Setelah sampai di caruban ( tempat kumpul-kumpul di salah satu cafe yang ada di caruban ). Setelah acara makan-makan di cafe tercetuslah sebuah ide untuk wisata pada hari itu juga. karena saya termasuk orang luar kota pun angka ikut aja kemana saya akan di ajak wisata oleh teman-teman. Akhirnya muncullah sebuah ide untuk ke kabupaten ngawi yang jarak tempunya sekitar 1 jam dari kota caruban untuk menuju ke benteng pendem. Kita pun sepakat berangkat bersama-sama sekitar 10 orang ke kabupaten ngawi meskipun cuaca saat itu kurang mendukung. Rintik-rintik hujan tidak menyurutkan kita ke benteng pendem. Benteng Pendem itu terletak di tengah-tengah kota ngawi dekat dengan alun-alun kota ngawi tepatnya di Kelurahan Pelem. Benteng ini di dirikan pada tahun 1839 - 1845 oleh seorang gubernur belanda yang bernama Van Den Bosch yang di manfaatkan untuk mengatasi serangan dan pengaruh kerajaan mataram di yogyakarta. Selain itu benteng ini dulunya juga digunakan oleh ilmuwan belanda sebagai tempat persinggahan. Meskipun telah berusia tua, benteng pendem ngawi masih sangat kokoh. Bangunan ini terdiri dari pintu gerbang utama serta kamar kamar yang digunakan untuk para tentara. Ada sebuah halaman rumput di tengah tengah benteng dan juga ada beberapa tempat yang dulunya digunakan sebagai kandang kuda. Di sekeliling benteng ada gundukan tanah yang memang sengaja dibuat untuk menahan luapan air sungai bengawan solo hal ini pula yang menjadikan benteng ini terkesan terpendam. Parit selebar 5 meter dahulunya juga ada mengelilingi benteng ini, Namun karena sudah lama parit ini sudah tertutup tanah. Setelah belanda pergi dari Indonesia benteng ini sempat di gunakan oleh YON Armed 12 sebagai tempat latihan dan di gunakan untuk gudang senjata. Namun benteng ini baru di buka untuk umum pada tahun 2011. Karena sudah tidak di pakai lagi oleh YON Armed 12. Untuk Masuk ke benteng ini di kenakan tarif sebesar Rp. 5000,- @2org + motor. Mr. Tukul jalan-jalan saja sudah pernah kesini loh ayooo yang belum kesini monggo datang sekalian Uji Nyali hehehe. Buat Hunting foto juga seru loh....
 |
Bagian depan benteng pendem yang tertera tahun berdirinya benteng pendem |
 |
Perencanaan ke depan untuk revitalisasi benteng |
 |
Bagian dalam komplek benteng |
 |
Sayang sekarang ruangan yang masih ada di buat sarang walet hmmmmm |
 |
Bagian belakang benteng yang dekat dengan sungai bengawan solo |
Yang Mau Nyoba Uji Nyali Monggo hehehe
Tidak lupa Foto-foto narsis hehehe
 |
Serunya berkumpul dengan teman-teman |
 |
Cie-cie yang mau nikah bergaya ala prawed latihan dulu action hahaha |
 |
Gak mau kalah ma yang di tas wkwkwkwkwkwk #glodak juskid |
 |
Keep smile |
 |
Terima kasih teman-teman mungkin kita akan berjumpa dalam waktu yang lama karena kesibukan kita masing |
Ini salah satu inceranku priii,,, gak ngomong2 sih klo mau ke sana -_-
ReplyDeleteBtw tulisannya makin terasah, good job
ALID hahaha kmrn itu jg g da rencana mo ksna dul cm pas q main ke caruban di ajak tmn2 yg dsna. kan katanya km g mau klo d ajak naik motor jauh2 takut item hahaha. alah dket kok dr jombang cm 3 jam aja kok. :d
Deletewah kalo ke ngawi harus sempetin kesini nih..awesome baget tempatnya..............
ReplyDeleteSOBAT iya bgus tempatnya kmrn blm sempat muter2 ke bangunan yg lain krn cuaca kurang mendukung hujan bro.. jadi pengen ksna lagi hehe :>)
DeleteOmong-omong kenapa disebut benteng pendem ya? Padahal tidak terpendam di tanah. Soalnya di Purworejo, Jawa Tengah juga ada benteng yang disebut benteng pendem.
ReplyDelete@mawi wijna mksdnya bukan bentengnya terpendam. tapi di sekeliling benteng itu tertutupi parit yang tinggi jadi keliatan dr jauh seakan-akan bentengnya terpendam
ReplyDelete]]> mohon maaf sebelumnya, sekedar menambahkan keterangan dari mas Afri Kenz...
ReplyDeleteBenteng ini dinamakan Fort Van Den Bosch karena benteng ini dibangun atas prakarsa Gubernur Jenderal Van Den Bosch pada tahun 1839. Letak benteng Van Den Bosch sangat strategis karena berada di sudut pertemuan Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun, lokasi benteng sengaja dibuat rendah dari tanah sekitar yang dikelilingi oleh tanah tinggi (tanggul) sehingga terlihat dari luar tampak terpendam. Oleh karena itu, benteng ini oleh masyarakat sekitar dikenal juga dengan sebutan benteng pendem.